Alergi musiman bisa menjadi kutukan bagi banyak orang Australia dan tahun ini merupakan salah satu tahun tersulit bagi penderita seperti saya. Saya sudah mencoba segala cara, mulai dari tablet antihistamin hingga semprotan hidung kortikosteroid, dll. Namun, tetap saja tidak ada jalan keluar.
Apa itu Alergi Musiman?
Australasian Society of Clinical Immunology and Allergy ( ASCIA ) menyatakan bahwa serbuk sari dari rumput, gulma, atau pohon dapat memicu gejala rinitis alergi (umumnya dikenal sebagai demam serbuk sari) dan asma. Musim serbuk sari dapat berlangsung selama beberapa bulan dan paparannya sulit dihindari. Gejala rinitis alergi disebabkan oleh respons imun tubuh terhadap serbuk sari yang terhirup, yang mengakibatkan peradangan kronis pada mata dan saluran hidung. Dalam kasus sedang hingga parah, rinitis alergi bahkan dapat memicu serangan asma.
Mungkinkah Susu Kefir menjadi kunci untuk meringankan gejala alergi musiman?
Selama sebulan terakhir, saya telah meninjau makalah penelitian untuk menemukan solusinya. Anehnya, ternyata kesehatan usus mungkin sekali lagi menjadi kuncinya seperti banyak penyakit yang berhubungan dengan alergi.
Telah banyak penelitian (1, 2, 3) yang menunjukkan efek antialergi dari kefir susu melalui penekanan mekanisme peradangan tubuh. Peradangan dalam konteks ini adalah reaksi tubuh terhadap bahan asing yaitu alergen seperti serbuk sari. Sebagai respons, sel-sel usus menghasilkan metabolit oksigen reaktif (4) seperti hipoklorit (pemutih rumah tangga) dan hidrogen peroksida (bahan kimia pembersih umum).
Hipotesis saya adalah bahwa sistem imun yang terlalu aktif dan produksi metabolit oksigen reaktif dapat mengganggu mikrobioma usus secara signifikan dengan membunuh bakteri komensal atau teman lama (seperti yang dikemukakan oleh Dr. Michael Mosley) tanpa pandang bulu, yang selanjutnya melemahkan usus dan memperburuk keadaan seiring berjalannya waktu. Kami sedang menyelidiki lebih lanjut melalui Gut Explorer - Proyek Analisis Mikrobioma di Allele Microbiome dan meninjau secara cermat semua makanan yang bersifat inflamasi dan praktik gaya hidup.Mengkalibrasi Ulang Sistem Kekebalan Tubuh
Berdasarkan temuan ini, saya mulai meningkatkan dosis kefir susu buatan sendiri menjadi 600 ml (200 ml X 3 kali sehari). Saya mulai menyadari bahwa gejala alergi musiman saya berkurang drastis dan jauh lebih tertahankan. Sekali lagi saya berhipotesis bahwa ini seperti mematikan termostat inflamasi yang memungkinkan teman lama kita untuk mengisi kembali dan memperkuat usus.
Referensi:
1) Lee et. al, Efek anti-inflamasi dan anti-alergi kefir pada model asma tikus,Imunobiologi. 2007;212(8):647-54. Terbit secara elektronik 10 Juli 2007.
4) Simmons NJ et al. Uji kemiluminesensi metabolit oksigen reaktif mukosa pada penyakit radang usus, Gastroenterologi. 1992 Juli;103(1):186-96.
Pls advise how to make milk kefir- could I pls use unsweetened almond milk?
Or fresh cows milk
Thanks j
Hi David, yes almond kefir will be equally as effective as the same strains are present Hi Leisha, I noticed improvements after about 1 week
I am using Almond Kefir, will this be as effective as the milk kefir?
Hi,
How many days after doing 600 ml (200ml X 3 times a day) did you notice the difference?
Leisha